Generasi Sandwich : Penyebab dan Cara Mengatasinya

        Kali ini saya akan membahas diluar topik skincare dan fashion ya, salah satu fenomena dimana ini  sudah kerap sering terjadi, bagi sebagian orang mungkin sudah sangat familiar dengan Generasi Sandwich. Isitilah ini pertama kali kali dikenal pada tahun 1981 dimana Dorothy Miller mencetuskan hal tersebut yang menggambarkan orang berusia midlle age yang harus memenuhi kebutuhan finansial anak dan juga orang tua tuanya secara bersamaan.

Apa sih generasi sandwich itu ? 

    Secara singkat generasi sandwich merupakan seseorang yang mempunyai tanggu jawab atau memiliki peran untuk membiayai tiga generasi yaitu dirinya sendiri orang tua dan anaknya, generasi sandwich terhimpit antara dua generasi atas dan bawah, Sedangkan bagi mereka yang belum menikah dan belum memiliki anak tentu tak lepas dari posisi ini. Contohnya saja ada seorang perempuan berusia 27 tahun berusia produktif yang harus membiayai uang bulanan orang tuanya, adiknya dan biaya hidupnya sendiri secara bersamaan. Perempuan ini merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang bernasib seperti isi dari sandwich. Bagi mereka yang berada dalam posisi ini tentunya harus dapat mengatur financial agar dapat memnuhi segala kebutuhan, tak jarang kaum generasi sandwich harus mengesampingkan keinginannya dalam membeli sesuatu dan mengutamakan kebutuhan hidup keluarga nya. 


Source : The CareGiver Partnership


Penyebab munculnya generasi sandwich 

        Salah satu pemicu adanya generasi ini adalah orang tua yang kurang bisa mengelola keuangannya seperti menyisihkan sebagian uang nya sebagai dana penisun sehingga hal ini menjadi beban bagi anaknya dimasa mendatang. Namun disisi lain hal ini tidak serta merta menjadi penyebab utamanya, tak jarang juga memang keadaan yang memaksa para orang tua untuk menggunakan uang nya untuk keperluan pokok lainnya sehingga membuat mereka tidak dapat memiliki tabungan terencana untuk masa tua bahkan untuk anak anaknya.

Budaya timbal balik kepada orang tua juga menjadi salah satu penyebabnya, beberapa orang tua mengaggap bahwa apa yang sudah mereka korbankan dan mereka berikan adalah suatu kewajiban yang harus dibayar kembali oleh sang anak. Sehingga terdapat anggapan orang tua dapat menggantungkan hidupnya kepada sang anak ketika masa tua nya 

Memutus rantai generasi sandwich

  • Memiliki perencanaan keuangan. 
Tak terfikirkan namun tak ayal dana darurat sangat penting dalam waktu waktu tertentu dimana dana ini dapat kita gunakan untuk mengatiipasi situasi darurat seperti sakit, terkena layoff dari perusahaan dan lainnya, Dana darurat dapat dipersiapkan dengan menyisihkan sejumlah dana tetap dari penghasilan kamu minimal 10 - 15 % dari gaji bulanan. Terlihat sepele namun ini sangat berguna bagi kalian di masa depan. Dana darurat juga harus dipisah penyimpanannya dan yang paling penting harus diingat bahwa dana darurat hanya boleh digunakaan saat keperluan darurat saja.

  • Hindari berhutang yang bersifat konsumtif
Setiap manusia mungkin tak luput dari hutang , namun ada baiknya untuk meminimalisir adanya hutang apalagi yang bersifat konsumtif seperti untuk memenuhi gaya hidup, step awal kamu harus membedakan mana yang menjadi prioritas antara kebutuhan dan keinginan. Mudahnya akses kredit membuat orang tergiur untuk membeli apapun yang dia inginkan seperti barang mewah dll, kebiasaan ini membuat kondisi keuangan tentunya menjadi kurang baik, sebaliknya jika kamu berfikir untuk membeli apa yang hanya kamu butuhkan dari pada inginkan uang nya bisa di sisihkn untuk tabungan di masa depan.
  • Mencari side job  sebagai sumber penghasilan lain

Manfaatkan waktu weekend atau luang kamu untuk mencoba menjalani pekerjaan diluar pekerjaan utamamu secara freelance, manfaatkan keunggulan yang kamu miliki dengan mencoba untuk mencari klien seperti menjadi influencer, beauty enthusiast atau design graphic dan lain nya. Hal ini tentunya dapat menjadi sumber penghasilan tambahan.



Semoga bermanfaat ya :)
See you 



Tidak ada komentar

Contact Me

Nama

Email *

Pesan *